Banyumas – Jumat, 12
September 2025 SMA Negeri 1 Banyumas mengadakan desiminasi di ruang guru SMA
Negeri 1 Banyumas. Peserta desiminasi tersebut yakni bapak ibu guru SMA Negeri
1 Banyumas. Acara tersebut dipandegani oleh Bapak Shobirin Slamet, S. Pd.,
M.Si, Ibu Gesit Timarna, S.Pd., Ibu Anggraeni S. Pd., dan Bapak Aszhar Nur
Fahmi, S.Pd. Desiminasi tersebut dilaksanakan mulai pukul 13.00 sampai pukul
14.10 WIB.
Bapak Shobirin
Slamet, S. Pd. M. Si memberikan materi Pola Pikir Bertumbuh pada Pembelajaran
Mendalam. Sementara Ibu Gesit Timarna, S.Pd., Ibu Anggraeni S. Pd., dan Bapak Aszhar
Nur Fahmi, S.Pd. menyampaikan materi Pembelajaran Mendalam. Pemateri saling berkolaborasi dalam
menyampaikan materi pada acara diseminasi tersebut.
Bapak Shobirin
Slamet, S. Pd., M. Si menyampaikan bahwa pada prmikiran bertumbuh guru harus
memiliki sifat optimis, harus ada improvisasi pengembangan yang dilakukan. Guru
juga diharapkan dapat kreatif untuk mengembangkan pembelajaran. Pemikiran
bertumbuh membuat seseorang selalu beranggapan baik dan penuh harapan.
Pemikiran bertumbuh juga membuat seseorang berprinsip bahwa kecerdasan bisa
dikembangkan dan dilatih. Kecerdasan tersebut dapat terjadi jika seseorang
berkenan belajar dan menerima tantangan serta menjalani latihan secara telaten.
Selanjutnya
Ibu Gesit Timarna, S.Pd. memberikan materi terkait pembelajaran mendalam.
Pembelajaran mendalam merupakan salah satu pendekatan dalam kurikulum merdeka
atau kurikulum nasional. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang
menekankan pada penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, yang bermakna,
dan menggembirakan. Pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui olah pikir, olah
hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Tujuan pendidikan
nasional mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman,
bertakwa, berakhlak, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Ada 4 hal yang
perlu diketahui yakni profil dimensi lulusan, prinsip pembelajaran yakni
berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan. Ada juga pengalaman belajar, serta ada kerangka
pembelajaran. Ada 8 dimensi profil lulusan yakni keimanan dan ketakwaan,
kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan,
dan komunikasi.
Sementara
Bapak Aszhar Nur Fahmi, S.Pd. menyampaikan terkait pengalaman belajar. Ada 3
pengalaman yang harus ada pada pembelajaran mendalam yakni memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Pengalaman belajar memahami adalah tahap awal
terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai
dan karakter. Pembelajaran harus dapat memunculkan pengetahuan baik secara umum
mau pun pengetahuan yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari – hari. Pengajar
juga harus menyisipkan pendidikan nilai dan karakter kepada peserta didik.
Penerapan belajar memahami agar peserta didik dapat menjadi lebih kritis,
Materi
terakhir disampaikan oleh Ibu Anggraeni S. Pd. terkait 3 hal yang harus ada
pada pelaksanakan pembelajaran mendalam. Disampaikan bahwa pada pembelajaran
mendalam harus terdapat memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Proses
pembelajaran diharapkan mencakup 3 hal tersebut sehingga peserta didik dapat
memahami materi secara mendalam dan mendapat pelayanan pendidikan dengan
nyaman. (Wid)